Potret Buram Pengadaan Lahan Kantor Camat Payakumbuh Selatan. Ada Aktor Dibalik Kisruh ini ?

Payakumbuh.sumbar.auditpos.com-Pemerintah Kota Payakumbuh, menindaklanjuti Peraturan Daerah Nomor. 13 Tahun 2008, tanggal 16 September 2008 tentang Pembentukan Kecamatan Payakumbuh Selatan, dan Lamposi Tigo Nagari, awalnya sangat didukung warganya.

Bentuk dukungan masyarakat khususnya di Kelurahan Padang Karambia, Kenagarian Limbukan, dengan tulus berikan lahan pertaniannya ( Ganti rugi- red ) yang rendah yang sehamparan dibutuhkan minimal seluas 6000 M2 untuk kawasan perkantoran yang devinitif berlokasi di kawasan Bukik Sukumpa Kelurahan Padang Karambia, Nagari Limbukan. Kini, warga agaknya sangat kecewa karena Pemko dituduh sebagai biang sangketa atau kisruh ?

Soalnya, ihwal kronologis pengadaan tanah untuk kantor Camat Payakumbuh Selatan, tanggal 23 Desember 2008 pada hamparan di Bukik Sikumpa, Kelurahan Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh, tiga kaum adat yang telah berikan sebagian lahan pertaniannya, dibuat sangketa dan saling menggugat atas kepemilikan lahannya.

Guna realisasikan serta dukungan atas terujudnya pemerintahan Kecamatan Payakumbuh Selatan yang Devenitif itu, pemilik pertama Hj, Syofia Arifin, Kaum Dt. Tumangguang Nan Hitam yang terletak di Kelurahan Padang Karambia, Kenagarian Limbukan Kec. Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh dengan luas 1.745 M2, sesuai berita acara pembayaran No. 382/BAP-Tanah CPS/PYK-2009 yang ditanda tangani oleh Camat Payakumbuh Selatan, sewaktu itu dijabat Dra. Elfriza Zaharman.

Sedangkan pemilik kedua, yakni Mansyur yang putus Nasab dari Kaum Dt. Marajo Sinaro juga miliki tanah warisan berlokasi di Kelurahan Padang Karambia, Kenagarian Limbukan Kec. Payakumbuh Selatan dengan luas 2.605 M2, sesuai dengan berita acara pembayaran No. 377/BAP-Tanah CPS/PYK.2009 yang ditanda tangani oleh Camat Payakumbuh Selatan sewaktu itu dijabat oleh Dra. Elfriza Zaharman.

Terus, pemilik ketiga, Abdul Gafar Rivai, Kemanakan Batali Omeh dari Dt. Paduko Sinaro Nan Hitam, dengan lokasinya masih di seputaran Bukik Sikumpa, Kelurahan Padang Karambia, Kengarian Limbukan Kec. Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh dengan luas 1.650 M2 sesuai berita acara pembayaran No. 378/BAP-Tanah CPS/PYK.2009 yang ditanda tangani oleh Camat Payakumbuh Selatan waktu itu dijabat Dra. Elfriza Zaharman.

Pasca pelaksanaan ganti rugi lahan tersebut, tiba- tiba warga Kelurahan Padang Karambia sontak dikagetkan adanya gugatan Nursal melalui Pengacaranya Iskandar. SH kepada Abdul Gafar Rivai

Dari prosesnya, keluar Keputusan Perkara berlabel Perdata No. 08/Pdg/2010/PN.Pyk, tanggal 27 Juli 2010 dan Putusan Pengadilan Tinggi Padang No. 101/PTD/2011/PT.Pdg tanggal 2 Desember 2011 dan Putusan Mahkamah Agung RI No.2631/K/PTD/2012 tanggal 19 Agustus 2013
Adapun perkaranya yakni benar yang digugat dalam perkara Perdata Putusan No,08/Pdt.g/2010/PN/Pyk Abdul Gafar Rivai- sawah/ tanah,Pemko Pyk,BPN Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Selatan turut Tergugat.

Bahwa dalam perkara Perdata No.08/Pdt.g/2010/PN.Pyk yang digugat oleh Nursal melalui pengacaranya Iskandar, SH, adalah sawah Abdul Gafar Rivai yang berlokasi di kaki Bukik Sikumpa yang terletak di Kelurahan Sawah Padang dan tanahnya yang terletak di Bukik Sikumpa masuk wilayah Kelurahan Padang Karambia, tanah lokasi Bukik Sikumpa yang dijual ke Pemko dengan cara ganti rugi, Cuma seluas 1000 M2 melalui Dra. Elfriza Zaharman turut Tergugat, didalam perjalanan sidang dihentikan oleh Pengacara Iskandar, SH.

Bahwa benar tanah Abdul Gafar Rivai berdasarkan sporadik Camat Payakumbuh Selatan waktu itu dijabat oleh Dra.Elfriza Zaharman bulan Mai 2010 dengan No. 01.01.11.04.01.0001 dengan luas 1650 M2, yang lokasinya di Bukik Sikumpa disebutkan terletak di Kelurahan Sawah Padang, tentunya tidak sesuai letak tanahnya dengan pernyataan dalam berita acara pembayaran No.378/BAP-Tanah CPS/Pyl.2009. Hal tersebut tentunya kuat terindikasi ada unsur mengalihkan data letak tanah.

Berdasarkan fakta dilapangan, bahwa sporadik Abdul Gafar Rivai yang berlokasi di Bukik Sikumpa yang digugat Nursal melalui pengacaranya Iskandar, SH adalah Dra. Elfriza Zaharman sebagai turut tergugat dalam perkara Perdata No.08/Pdt.g/2010/PN.Pyk dengan luas 1000 M2 melalui ganti rugi senilai Rp.20 juta. Sedangkan lokasi yang diganti rugi oleh Pemko tidak jelas.

Demikian halnya, akibat sporadik tanah Abdul Gafar Rivai, oleh Dra.Elfriza Zaharman, waktu itu menjabat Camat Payakumbuh Selatan yang dirubah lokasinya di Bukik Sikumpa Kelurahan Padang Karambia menjadi Kelurahan Sawah Padang dengan luas 650 M2 yang telah dijual ke Pemko juga menjadi tidak jelas.

Ternyata, rentetan persoalan ganti rugi lahan masyarakat dilokasi Bukik Sukumpa Kelurahan Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan, untuk pengadaan Kantor Camat Payakumbuh Selatan itu, tidak sampai pada kasus gugatan Nursal terhadap Abdul Gafar Rivai, ternyata berimbas munculnya gugatan lainnya. Pertanyaannya benarkah adanya permainan ” Kong Kalikong” petinggi Kota ” Rendang” dan Tim Pembebasan Tanah Pembangunan Kantor Camat Payakumbuh Selatan, dengan Ketuanya H. Syofyan S. SH, Ir. Benny Warlis, Ir. Kusmana, Dra. Elfriza Zaharman, Drs. Irvan, Ismet Ibrahim. SE, Dony Prayuda. SSTP, F. Dt. Sinaro Dirajo, HM. Dt. Pangka Marajo, Roza Aulia. SSTP, dan Khairul Fahmi. SST. Tunggu hasil investigasi lanjutannya. ( EB ).

Share This: