“Pungli Berkedok Sumbangan” di SD N 21 Payakumbuh ?

Payakumbuh. sumbar.auditpos.com-Masih tergores protes serta kekecewaan, khususnya 700 wali murid yang anaknya menuntut pendidikan di SD N 21 Payakumbuh, pergantian mendadak Kepala Sekolah, Mesrawati. S Pd ke Peri Anita, 28/3 lalu, kini kembali menuai protes.

Pasalnya, Kepsek SD N 21, Peri Anita, ditenggarai lakukan ” Pungli Berkedok Sumbangan”, kepada 700 wali murid guna melunasi piutang Rp.80 juta kekurangan pembelian Bus Sekolah, era Kepsek sebelumnya, yakni Mesrawati, S Pd.

Sementara, niat baik mantan Kepala Sekolah Dasar ( SD ) Negeri 21 Kota Payakumbuh, Mesrawati rela berhutang Rp. 80 Juta, guna realisasikan Amanah eks siswanya era 2015-2016-2017 dan 2018 yang kumpulkan sumbangan sukarelanya terkumpul Rp.120 juta agar dibelikan bus sekolah, berbuntut ” Petaka” bagi 700 siswa.

Pasalnya, berdasarkan pengakuan Mesrawati, seyogyanya pensiuan pada 1 Mei 2019 lalu, namun tiba- tiba, pada Maret 2019 posisinya selaku Kepsek SDN 21 dicopot dan digantikan oleh Peri Anita, demikian ungkapnya.

Meskipun dirinya tidak kecewa serta protes, atas pencopotan dirinya, tapi sosok wanita brilian itu, sangat kecewa atas carut marutnya kondisi sekolah pasca ditinggalkannya.

Soalnya, pasca pencopotan dirinya selaku Kepsek SDN 21 Payakumbuh, Maret 2019 terkait dirinya yang rela berhutang sejumlah Rp.80 juta guna realisasikan Amanah eks siswa era tahun 2015 – 2016 – 2017 dan 2018, yang kumpulkan sumbangan sukarelanya senilai Rp.120 Juta, berupa pengadaan satu unit Bus Sekolah meskipun bekas senilai Rp.200 Juta, diduga dijadikan ” Pungli Bertamengkan Sumbangan”, bagi Kepsek baru terhadap 700 orang siswanya.

Masih pengakuan Mesrawati, diakuinya agar dana dari pinjaman pribadinya senilai Rp.80 juta guna tambahan pembelian satu unit Bus Sekolah tersebut bisa kembalikan sekolah dibawah kendali Peri Anita, konon setelah dapat restu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Payakumbuh, Agustion diduga tetapkan setiap murid diwajibkan senilai Rp.200.000, akibatnya banyaknya Wali murid yang protes, ujarnya.

Meskipun, awalnya Mesrawati pernah ajukan keberatan atas kebijakan Peri Anita, konon direstui Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Payakumbuh itu, dan tolak sarannya agar diupayakan dana Rp.80 juta melalui Koperasi, ujarnya.

Sedangkan, bila pungutan wajib yang dibebankan Rp.200.000 per murid bila dikalikan 700 siswa, tentunya terkumpul dana sejumlah Rp. 140.000.000,-, tentunya berpotensi melanggar Permendikbud No.44 tahun 2012, tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Satuan Pendidikan Dasar, serta Permendikbud No.75 tahun 2016, tentang Komite Sekolah, demikian kecewa Mesrawati, pasca pensiun terpilih sebagai Wakil Rakyat di DPRD Kota Payakumbuh melalui Partai Amanat Nasinal dari Dapil Payakumbuh Barat itu.

Kepala SD N.21 Kota Payakumbuh, Peri Anita, yang berhasil dimintakan tanggapan via ponselnya, terkait adanya keluhan beberapa wali murid dan tanggapan mantan Kepsek, Mesrawati tuduhan ada ” Pungli Berkedok Sumbangan” di SD N.21, ditampiknya.

Namun Peri Anita akui, terkait pengembalian satu unit Bus Sekolah kini dikandangkan mantan Kepsek, Mesrawati yang telah talangi dananya senilai Rp.80 juta itu sedang dalam proses kearah itu, ujarnya.

Sedangkan upaya penggantian dana Rp.80 juta tersebut, Komite bersama Wali murid yang melakukan kesepakatan, bagaimana bentuknya. Sementara kami pihak sekolah menyarankan pengumpulan dana pengganti dana talangan tersebut sifatnya sumbangan sukarela, jelas Peri.

Artinya, sumbangan Wali murid tersebut harus berdasarkan kemampuan saja. Soalnya, kondisi para Walimurid kita tidak sama. ” Jadi berapa kemampuan dan kerelaan Walimurid saja yang kita sarankan kepada Komite”, ujar Peri.

Menurut Peri Anita, sehubungan upaya pengembalian Bus Sekolah kini dikandangkan mantan Kepsek, Mesrawati, pihaknya katakan telah bicarakan dengan Dinas Pendidikan dan katakan dapat restu dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Ditegaskan Peri, bagi Walimurid yang tidak mampu, kita tidak paksakan. Sedangkan berapa dana yang telah terkumpul kita belum konfirmasi dengan bendaharanya, demikian tangkisnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Payakumbuh, Agustion menjawab wartawan terkait santernya tuduhan SDN 21 Kota Payakumbuh, kini dipercayakan kepada Peri Anita ” Pungli Berkedok Sumbangan” itu, terkesan di restui paparkan, “Sejak lama niat dari kepsek yang lama untuk membeli mobil bus sebagai sarana penunjang kegiatan sekolah memang diperlukan.

Dikatakan, sedangkan bantuan dari Pemko belum ada karena keuangan daerah belum memadai untuk itu, apalagi jumlah sekolah sangat banyak yang semuanya ingin ada bus sekolah.

Agustion tegaskan, Sekolah melalui Komite syah- syah saja menggalang bantuan dari orang tua yang bertujuan menunjang kegiatan sekolah. Hal tersebut ( sesuai dengan Permendikbud No. 17 tahun 2017 ) dengan catatan tetap berpihak kepada orang tua kategori miskin dan tidak dipaksakan. Tapi sebelumnya harus izin Dinas Pendidikan, demikian kilah pembantu Walikota bidang pendidikan Kota ” Rendang” itu. ( NB )

Share This: