Terkait Tipikor Dana Gowes Pesona dan Gala Desa, Kadisparpora Cemarkan Nama Baik Kepolisian ?

Payakumbuh.sumbar.auditpos.com- Mungkinkah pepatah kuno katakan ” Sepandainya tupai melompat, suatu ketika pasti terjatuh”. Agaknya pepatah tersebut kini santer dialamatkan ke sosok pembantu Walikota, yakni EZ alias CC, Kadis Pariwisata dan Olahraga Kota Payakumbuh. ?

Pasalnya, berdasarkan catatan media yang dirangkum dari beberapa sumber dilapangan sebutkan, EZ alias CC sosok mantan Camat Payakumbuh Selatan memang pintar lepas dari jeratan hukum, demikian ungkap sumber.

Dikatakan, masih segar dalam ingatan khususnya masyarakat di Bukik Sikumpa, Kel. Padang Karambia, Kec. Payakumbuh Selatan, sengkarut dugaan pembebasan tanah pertanian seluas 6000 M2yakni milik Hj.Syofiah Arifin, 1.745 M2, Mansyur, 2.605 M2, dan Abdul Gafar Rivai, 1.650 M untuk pembangunan Kantor Camat dengan ganti rugi total senilai Rp. 126.645.000,-,

Namun, pasca pembayaran ganti rugi dibayarkan baik kepada Hj. Syofiah Arifin, Mansyur dan Abdul Gafar Rifai, diduga Pemko Payakumbuh Cq Camat Payakumbuh Selatan, Dra. Elfriza Zaharman dipaksa kembali lakukan ganti rugi di objek yang sama, karena lokasi tersebut dimenangkan Nursal dalam gugatannya di PN Payakumbuh dalam perkara perdata No.08/Pdt.G/2010. Namun kasus tersebut hilang ditelan bumi.

Mungkin disebabkan kepiawaian mantan Camat Payakumbuh Selatan, Elfriza Zaharman meredam sengkarut pembebasan lahan kantor Camat Payakumbuh Selatan di Bukik Sikumpa tersebut, dianggap berprestasi, akhirnya dipercaya sebagai Kadis Pariwisata dan Olahraga.

Akibatnya sosok Kadisparpora itu mungkin ” Jumawa”, dituduh bertindak serta berucap diluar aturan berlaku. setidaknya dari informasi yang berhasil dikumpulkan media dari beberapa rekanan kontraktor yang mengerjakan paket Disparpora, bernyanyi merasa diperkosa dengan berbagai kewajiban setoran.

Menurut nyanyian beberapa rekanan kontraktor dilapangan, mungkin juga direkam pihak penegak hukum, sebutkan oknum Kadisparpora ” Palak” rekanan yang dapat pekerjaan di Disparpora antara Rp.1,5 – Rp.2 juta/ paket dengan dalih guna membantu Unit Tipikor Polres agar dugaan masalah penyelewengan dana Gowes Pesona Nusantara senilai Rp.50 juta dan penyelewengan dana Gala Desa senilai Rp. 150 juta bisa di peti es kan, ujar sumber minta disembunyikan identitasnya.

Akibat nyanyian rekanan kontraktor atas tuduhan pemalakan dalih oknum.Kadidparpora upaya ” peti es” dugaan Penyelewengan uang rakyat yang ditangani Tipikor Polres Kota Payakumbuh, berpotensi lakukan tindak pidana Pencemaran Nama Baik Institusi Kepolisian setempat, demikian tandas Ady Surya SH, pemerhati hukum daerah ini.

Akibat tuduhan miring itu kini santer diperbincangkan publik di Kota Rendang tersebut, Kadisparpora, Dra. Elfriza Zaharman, yang berusaha dimintakan tanggapannya via WhatsApp ponselnya, hingga berita ini terkesan bungkam.

Hal yang sama juga berusaha dimintakan tanggapan Sekretaris Kota, Rida Ananda, sekaligus suami tercinta oknum Kadisparpora itu, juga terkesan bungkam.

Demikian halnya, Kapolres Kota Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, SH, MH dimintakan statemennya terkait diduga telah terjadi tindak pidana Pencemaran Nama Baik Institusi Kepolisian oleh Kadisparpora, Dra. Elfriza Zaharman, juga via WhatsApp ponselnya, namun hingga berita ini belum didapati tanggapan orang nomor satu di korps Bhayangkara itu. ( EB).

Share This: