Penyelidikan Polisi Matinya Ribuan Ikan Di Batang Maek Di hentikan ?

Limapuluh Kota.sumbar.auditpos.com-Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Rekrim, AKP Anton Luther didampingi KBO Satreskrim, IPDA Army Ariosa saat menggelar Konferensi Pers terkait hasil penyelidikan matinya ribuan ikan di Aliran Batang Maek beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya telah menghentikan proses penyelidikan terkait hal itu.

Pasal dihentikannya penyelidikan tersebut karena hasil yang telah dikeluarkan oleh UPTD Laboratorium Sumatera Barat yang menyebutkan bahwa matinya ribuan ikan itu bukan karena pencemaran akibat limbah di perusahaan bernama PT Berkat Bhineka Perkasa (BBP), perusahan tambang didaerah itu.

Dikatakan AKP Anton Luther, dari hasil pemeriksaan air yang diambil penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota tidak membahayakan dan masih dibawah batas ambang nasional.

AKP Anton Luther juga menyebutkan, dari keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan juga menyebutkan bahwa sejumlah masyarakat yang memakan ikan mati tersebut juga tidak mengalami masalah kesehatan apapun.

” Iya, untuk penyelidikan kasus matinya ribuan ikan di Aliran Batang Maek memang telah kita hentikan. Dan dari hasil pemeriksaan labor tidak ditemukan bahwa penyebab matinya ribuan ikan tersebut akibat pencemaran dari limbah pabrik pertambangan timah hitam di kawasan tersebut.” Ujar Anton.

Uji labor yang dilakukan tersebut menguji Cadmium (CD), Cromium, Mangan, Minyak, Lemak, Oksigen Terlarut, Seng, Tembaga, Timbal, Zat Padat Terlarut, Zat Padat Tersespensi, pH, Besi dan COD yang hasilnya baik.

Namun, sebelumnya dalam siaran persnya Direktur WALHI Sumbar, Uslaini merespon cepat terkait laporan warga yang menyampaikan ribuan ikan mati di hulu Batang Maek, WALHI Sumbar menurunkan tim kelapangan melakukan pengecekan dan pengambilan sample air, lumpur dan ikan yang mati di hulu Batang Maek, sample yang diambil akan diteliti di laboratorium guna mengetahui penyebab kematian ribuan ikan. Dalam pengecekan lapangan yang dilakukan Tim WALHI Sumbar ditemukan fakta bahwa tidak jauh dari kematian ribuan ikan, beberapa ratus meter ke daerah hulu terdapat aktifitas pertambangan timah hitam milik PT. Berkat Bhineka Perkasa (BBP).

Dugaan kami, limbah aktifitas tambang timah hitam PT. BBP yang dibuang ke Batang Maek yang mengakibatkan matinya ribuan ikan. Disamping itu ditemukan fakta bahwa aktifitas tambang timah hitam PT. BBP yang berada di kawasan Hutan Lindung tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), fakta ini didapat setelah WALHI Sumbar mencocokkan data pemegang IPPKH yang didapat dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar.

Akibatnya matinya ribuan ikan di Aliran Batang Maek diduga akibat tercemar limbah pabrik timah dikawasan itu. Untuk memastikan hal tersebut, selain Penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota, Dinas lingkungan hidup Kabupaten Limapuluh Kota, Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau hal itu. ( EB )

 

 

 

Share This: